7 Film Tanah Air Meraih Prestasi Internasional

Membicarakan tentang film tanah air pasti tidak akan ada habisnya. Berbagai jenis genre film menghiasi bioskop Indonesia tiap tahunnya. Kita patut berbangga, dari banyaknya film tanah air, beberapa di antaranya telah mengharumkan nama bangsa, lo.

Sejak zaman dahulu, Indonesia telah malang melintang di dunia perfilman. Hingga saat ini total jumlah film tanah air kemungkinan besar sudah ribuan.

Meski era tahun 1980-an disebut-sebut sebagai puncak kejayaan dari film tanah air, namun hingga kini perkembangan film masih berlangsung. Tidak hanya memukai penonton lokal, beberapa judul film Indonesia bahkan meraih penghargaan internasional, lo.

Ini dia daftar film tanah air yang berhasil menyabet prestasi di tingkat internasional/

Turah (2016)

Film bernuansa lokal ini berhasil menyabet berbagai penghargaan berskala internasional. Film berbahasa tegal ini kian populer karena punya plot cerita yang unik. Mengisahkan kehidupan masyarakat kampung Tirang di Tegal yang hidup dalam isolasi bertahun-tahun hingga pada suatu waktu memunculkan berbagai permasalahan. 

Film besutan sutradara Wicaksono Wisnu Legowo berhasil menorehkan prestasinya dalam ajang Special Mention Silver Award pada Singapore International Film Festival. Film ini juga berhasil meraih penghargaan Geber Award dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival. 

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (2017)

Sebelum merajai perfilman di Indonesia pada tahun 2017, film marina si pembunuh dalam empat babak telah kondang dan ditayangkan di berbagai festival film internasional. Mulai dari Cannes Film Festival, New Zealand International Film Festival, Melbourne Film Festival, dan Toronto International Film Festival.

Film ini diperankan oleh Marsha Timothy sebagai Marlina dan disutradarai oleh Mouly Surya. Film tanah air yang satu ini mengisahkan seorang janda yang melindungi dirinya dari kawanan perampok yang ingin memperkosanya. 

Sekala Niskala (2018)

Film tanah air yang satu ini juga berhasil menyabet berbagai penghargaan bertaraf internasional. Sebut saja Pacific Screen Award, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Tokyo FILMeX International Film Festival, dan Berlin International Film Festival. 

Film yang disutradarai oleh Kamila Andini ditayangkan secara eksklusif. Sekala Niskala mengisahkan hubungan saudara yang kembar identik, Tantri (Ni Kadek Thaly Titi Kasih) dan Tantra (Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena). 

Keduanya hidup terpisah karena Tantra mengalami sakit dimana seluruh inderanya tidak berfungsi dan harus menghabiskan waktunya di rumah sakit. Sementara Tantri hidup di rumah. 

Karena keduanya terpisah, Tantri selalu hidup dalam imajinasi membayangkan waktu malamnya bersama Tantra. Hingga fajar tiba, Tantri menyadari bahwa itu hanya imajinasi saja.

Baca Juga: 5 Film Indonesia Bertema Travelling Terbaik, Wajib Ditonton

Kucumbu Tubuh Indahku (2018)

Film Indonesia yang satu ini cukup kontroversial dan bahkan pernah mendapat petisi larangan penayangan. Meski demikian, film dengan judul Kucumbu Tubuh Indahku berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional. 

Prestasi tersebut di antaranya, penghargaan Bisato D’Oro Award dalam Venice Independent Film Critic dan Cultural Diversity Award dalam Asian Pacific Screen Awards. Dan menjadi film terbaik dalam Festival Des 3 Continents.

Bestpackers, film yang digarap oleh Garin Nugroho ini mengisahkan seorang penari lengger dalam tradisi reog di Jawa.

Pengabdi Setan (2017)

Bagi pecinta film tanah air bergenre horor maka tak akan asing lagi dengan film berjudul Pengabdi Setan ini. Film ini sempat merajai layar-layar bioskop Indonesia pada tahun 2017 dan menjadi film terlaris di tahunnya. 

Film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini merupakan remake film dengan judul yang sama di tahun 1980 silam. Alur cerita yang baik dan profesionalitas aktor menjadikan film ini meraih penghargaan bertaraf internasional. 

Salah satunya pernah menyabot kategori film horor terbaik dalam ajang Toronto After Dark Film Festival. Tidak hanya itu, film ini juga banyak ditayangkan beberapa negara di luar negeri termasuk negara Amerika Serikat.

Yuni (2021)

Mengangkat isu perempuan, film tanah air ini berhasil mendapat penghargaan internasional di tahun 2021. Film ini mengisahkan seorang perempuan bernama Yuni (Arawinda Kirana) yang pintar dan memiliki cita-cita yang tinggi. 

Namun, ia hidup dalam lingkungan patriarki dan menolak beberapa kali lamaran pria yang ingin meminangnya. Kemudian ia dibuat bingung oleh mitos yang mengatakan bahwa jika seorang perempuan menolak lamaran pria 2 kali maka ia tidak akan menikah selamanya. 

Problematika tersebut menjadi cerita menarik sehingga mengantarkan film Yuni meraih penghargaan Platform Prize di Toronto International Film Festival.

Baca Juga: 5 Film Seru Terbaik yang Cocok Ditonton Bersama Sahabat, Bekal Staycation

Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)

Film tanah air yang satu ini diangkat dari novel dengan judul yang sama karangan Eka Kurniawan. Film ini disutradarai oleh Edwin dan berhasil menyabet penghargaan paling bergengsi di Swiss dalam ajang Locarno Film Festival. 

Selain itu, film ini digadang-gadang menjadi satu-satunya perwakilan film Indonesia di Tokyo International Festival. Film berjudul seperti dendam rindu harus dibayar tuntas ini mengisahkan seorang jagoan bernama Ajo Kawir yang jatuh cinta dengan seorang perempuan petarung handal bernama Iteung. 

Dibalik kisah asmara itu, ternyata diwarnai dengan problematika yang cukup pelik dimana Ajo Kawir mengidap disfungsi ereksi. Mulai dari situ, berbagai masalah pun muncul.

Kita patut bangga terhadap film Indonesia yang berhasil menorehkan prestasinya di ajang internasional di atas. Dari ketujuh film ini mana yang pernah kamu tonton?

Get Updates & More

Subscribes our newsletter to get more special promotion & best offer